Anggota Dewan Penasehat AAI Hartono Tanuwidjaja SH MSi MH CBL C.Med : Rekonsiliasi Ketum DPP AAI Dr Ranto Simanjuntak SH MH dan Arman Hanis SH Satu Pijakan ke Depan Persatuan Advokat Itu Hal Penting

Hartono Tanuwidjaja, S.H., M.Si., M.H., C.B.L., C.Med

Jakarta, Madina Line.Com – Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dr. Ranto Simanjuntak, S.H., M.H., dan Ketum DPP AAI Arman Hanis, S.H. resmi menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bersama yang berlangsung selama 2 (dua) hari, Jum’at hingga Sabtu (3–4 Juli 2026), di Menara Peninsula Hotel, Jakarta.

Agenda besar ini menjadi tonggak sejarah penting bagi AAI, sebagai upaya konkret menyatukan dua kepengurusan pusat yang sebelumnya berjalan secara terpisah. Terpilih secara aklamasi dalam Munaslub AAI ini sebagai Ketum DPP AAI yang baru yakni Prof Dr Jamin Ginting SH MH.

Anggota Dewan Penasehat AAI periode 2025 hingga 2029 Hartono Tanuwidjaja, S.H., M.Si., M.H., C.B.L., C.Med mengatakan, acara Munaslub ini menggabungkan antara Ketum DPP AAI Dr. Ranto Simanjuntak, S.H., M.H., dan Ketum DPP AAI Arman Hanis, S.H. “Jadi hari ini AAI menggelar acara yang sangat luar biasa dan penting, bahwa AAI yang terpecah ada beberapa DPP dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) saat ini melakukan rekonsiliasi, bergabung untuk menjadi satu AAI yang seutuhnya,” ujar Hartono Tanuwidjaja, S.H., M.Si., M.H., C.B.L., C.Med kepada wartawan Madina Line.Com ketika ditemui di sela-sela acara ini.

Ia mengharapkan ke depan memang semangat rekonsiliasi ini boleh menjadi momentum yang bagus karena AAI adalah salah satu organisasi advokat yang sudah cukup tua. “Kita mengharapkan momentum sejarah rekonsiliasi Ketum AAI Dr. Ranto Simanjuntak, S.H., M.H., dan Ketum DPP AAI Arman Hanis, S.H jadikan satu pijakan ke depan, bahwa persatuan advokat itu satu hal yang penting,” ucapnya.

“Karena dengan kita melihat sekarang fakta tercerai berai dan begitu banyaknya perpecahan organisasi advokat itu secara tidak langsung kan sidah mendegradasi kualitas daripada advokat, sehingga dengan adanya persatuan AAI ini kita harapkan dapat meningkatkan semangat persatuan utuk meningkatkan kualitas advokat ke depan,” terangnya.

Ia menjelaskan, masalah-masalah yang ditangani oleh advokat ini kan semakin beragam, luas dan semakin memerlukan konsistensi dan kualitas yang mumpuni. *Jadi kalau kita berada di antara organisasi advokat yang asal-asalan, artinya tidak mempunyai dasar pondasi pengetahuan ilmu hukum yang kuat, sehingga itu akan juga memperburuk citra advokat,” tegasnya.

Ia mengharapkan dengan adanya Munaslub AAI rekonsiliasi ini kualitas advokat AAI akan semakin lebih baik lagi ke depan. “Kita lihat dari organisasi advokat AAI, perpecahan itu kam terus membesar. Sedangkan kita yang pecah bersatu. Nah, ini tentu satu peristiwa yang sangat bagus,” jelasnya.

“Jadi ini sejarah menyatukan. Selama ini kita tahu, bahwa ada deklarasi-deklarasi perpecahan organisasi advokat, sekarang justru acara kita adalah menyatukan yang terpecah. Ini kan momentum yang cukup langka,” ungkapnya.

Dengan digelarnya Munaslub AAI ini, sambungnya,  nanti akan dire-organisasi kepengurusan AAI. “Kesepakatan Munaslub AAI rekonsiliasi ini bukan untuk memilih Ketum DPP AAI yang sudah ada tetapi memilih Ketum DPP AAI baru dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP AAI yang baru akan membawa gerbong AAI ini menjadi gerbang persatuan advokat yang profesional dan berkualitas,” paparnya.

“Dari beberapa Calon Ketum (Caketum) DPP AAI yang ada itu ada muncul nama Prof Dr Jamin Ginting SH MH dan Ruth Maria Simanora SH. Ada 2 (dua) Caketumnya. Mudah-mudahan mereka bisa berkolaborasi siapa pun yang akan menjadi terpilih sebagai Ketum DPP AAI bukan satu persoalan menang kalah tapi kesepakatan bersama yang memang kita pilih untuk bisa memajukan AAI ke depan,” tuturnya

Ia mengharapkan seperti yang disebutkan tadi, bahwa advokat AAI ini memang memajukan profesi advokat menuju advokat yang profesional dan berkualitas. “Kita bisa melihat ada tokoh-tokoh senior Prpf Dr OC Kaligis, dan ada Agustan SH dan Astuti SH. Itu menunjukan, bahwa semakin berkualitas advokat itu semakin dia akan semakin bersinar,” ujarnya.

“Seperti yang anda lihat saya mengenakan jaket AAI yang sudah saya pakai sejak tahun 2000. Berarti hingga tahun ini sudah 27 tahun jaket ini saya kenakan. Itu lah yang membuat kita menjaga kualitas sebagai advokat AAI,” tandasnya. (Murgap)

Tags: