Menghadapi Masalah Geopolitik Akhir-akhir Ini, Presiden Prabowo Subianto Saatnya Membutuhkan Para Menteri Berkualitas Tinggi (Saatnya Reshuffle Kabinet)

Sekjen DPP Barikade Gus Dur se-Indonesia Pasang Haro Rajagukguk SH MH (tengah) foto bersama anggotanya di Jakarta, baru-baru ini. (Foto : Murgap Harahap)
Jakarta, Madina Line.Com – Melihat situasi politik dunia, geopolitik akhir-akhir ini yang semakin tidak jelas arahnya akibat perang di Iran, bahkan membuat beberapa negara, bahkan secara umum seluruh negara-negara di dunia mempunyai dampak yang sangat berat terlebih di bidang ekonomi dan politik.
Untuk mengantisipasi hal ini, maka Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan rakyat Indonesia sudah saatnya saling kerjasama dan gotong royong untuk mengantisipasi agar stabilitas ekonomi tetap terjaga dengan baik. Khususnya di bidang energi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas.
Karena apabila harga-harga BBM naik, maka akan berpengaruh besar terhadap industri-industri dan produk-produk lainnya. Presiden Prabowo sudah saatnya juga meminimalisir pengeluaran anggaran belanja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengalokasikan ke hal-hal yang sangat substansial yang sasarannya menjaga stabilitas ekonomi.
Untuk diplomasi tingkat Internasional, sudah saatnya Indonesia memiliki Menteri Luar Negeri (Menlu) yang sudah mumpuni dan dikenal dunia dan bisa melakukan lobi-lobi di dunia. “Demikian juga menteri di bidang Ekonomi, Politik, Sumber Daya Alam (SDA) termasuk lembaga-lembaga lain di bidang Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dan pertahanan,” ujar Pasang Haro Rajagukguk SH.MH selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (Sekjen DPP) Barisan Kader (Barikade) Gus Dur se-Indonesia lewat pesan WhatsApp (WA) di Jakarta, Kamis (02/04/2026).
Namun, sambungnya, semua itu adalah Hak Prerogatif Presiden. Namun dari berbagai analisa pengamat ini merupakan masukan kepada Presiden Prabowo untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.
“Barikade Gus Dur se-Indonesia juga menyampaikan turut berdukacita atas jatuhnya korban 3 (tiga) orang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Indonesia dan mendesak agar Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran menghentikan pertikaian atau perang demi kemanusiaan dan bertambahnya korban-korban berikutnya,” katanya.
“Untuk tokoh-tokoh yang punya kaliber Internasional dan pengalaman panjang banyak tokohnya di Indonesia, missalnya Ibu Yenny Wahid dan lain-lain,” tandasnya. (Murgap)
