Ketua Komisi II DPR Biak Numfor, Nicolaas Otto Koo Terangkan Persoalan Sampah di Wilayah Biak Numfor Masih Jadi Tantangan yang Membutuhkan Dukungan Sarana dan Prasarana yang Memadai Dari Pemerintah

Nicolaas Otto Koo

Jakarta, Madina Line.Com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar acara Workshop “Bantu Rakyat Pilah Sampah” pada Minggu (07/06/2026) di Hotel Sultan, Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh kader dan anggota legislatif PAN dari berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah serta mendorong lahirnya program lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Nicolaas Otto Koo, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Biak Numfor dan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Waket DPD) PAN Biak Numfor, menyampaikan harapannya agar daerahnya mendapatkan perhatian lebih terkait fasilitas alat pengolahan sampah.

Menurut Nicolaas, persoalan sampah di wilayah Biak Numfor masih menjadi tantangan yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai dari pemerintah. Ia menjelaskan, bahwa pengiriman sampah atau material untuk diolah ke Jakarta memerlukan biaya yang sangat besar, sehingga pengolahan sampah di daerah menjadi solusi yang lebih efektif dan efisien.

“Di daerah kami sebenarnya pernah tersedia alat pengolahan sampah, namun saat ini kondisinya sudah rusak dan tidak dapat berfungsi secara optimal,” ujar Nikolas Otto Koo kepada wartawan Madina Line.Com ketika ditemui usai acara ini.

Oleh karena itu, ia sangat berharap adanya bantuan fasilitas atau peralatan pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat di Biak Numfor. Nikolas menilai workshop yang diselenggarakan PAN ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis daur ulang.

Ia berharap program-program lingkungan yang dibahas dalam workshop tersebut dapat diwujudkan secara nyata di daerah, khususnya di Kabupaten Biak Numfor. Dengan adanya fasilitas pengolahan dan daur ulang sampah, menurutnya, tidak hanya kebersihan lingkungan yang terjaga, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan kami setelah mengikuti kegiatan ini adalah adanya tindak lanjut berupa program bantuan fasilitas pengolahan sampah dan daur ulang. Dengan begitu, sampah yang selama ini menjadi persoalan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai bagi masyarakat,” katanya.

“Bantu Rakyat Pilah Sampah” merupakan bagian dari upaya PAN dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Melalui kegiatan ini, PAN berharap tercipta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Murgap)

Tags: